Senin, 25 Juni 2018

Yori Antar dan Jay Subyakto Ikut Kembangkan Seribu Rumah Gadang

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokumentasi - Seorang anak melintas di depan rumah adat, kawasan Seribu Rumah Gadang, di Nagari Koto Baru, Kab. Solok Selatan, Sumatera Barat, Rabu (3/8/2016). (Antara/Iggoy el Fitra)

    Dokumentasi - Seorang anak melintas di depan rumah adat, kawasan Seribu Rumah Gadang, di Nagari Koto Baru, Kab. Solok Selatan, Sumatera Barat, Rabu (3/8/2016). (Antara/Iggoy el Fitra)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengundang arsitek Yori Antar dan sutradara Jay Subyakto untuk dimintai ide pengembangan seribu rumah gadang yang berada di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu.

    "Mereka berdua (Yori Antar dan Jay Subyakto) sengaja kami undang ke Solok Selatan agar bisa memberikan sumbangan pikiran dalam mengembangkan kawasan seribu rumah gadang," kata Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat, Muzni Zakaria, di Padang Aro, Jumat, 13/10.

    pemerintah setempat memang tengah berikhtiar menjadikan kawasan seribu rumah gadang agar bisa ditetapkan sebagai cagar budaya. "Itu sudah kami tunggu-tunggu dari dulu,” kata Muzni Zakaria. Pemerintah siap bekerja sama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Batusangkar untuk mempercepat terwujudnya penetapan cagar budaya itu.

    Yori Antar dan Jay Subiakto berada di Solok Selatan selama beberapa hari, sejak 10 Oktober 2017. Yori Antar mengakui menemukan keindahan dan keunikan luar biasa di sana.

    Menurut dia kawasan seribu rumah gadang sudah siap menjadi desa wisata, apalagi telah muncul homestay yang memanfaatkan rumah gadang. Setidaknya telah ada sepuluh homestay. "Homestay bersih, ada pangan lokal, dan hal-hal lain yang akan menarik banyak orang," kata dia.

    Namun, Yori menyayangkan banyak bangunan rumah gadang yang hampir punah. "Jangan biarkan satu rumah gadang pun yang hilang."

    Yori Antar siap membantu mengemas kawasan seribu rumah gadang menjadi destinasi wisata kampung adat. Tetapi bukan dalam bentuk proyek, melainkan mesti bekerja sama dengan masyarakat.”

    "Kita telah bangun rumah-rumah adat di 15 daerah di Indonesia, termasuk di Nias dan juga Sumpur (Sumbar). Semuanya dibangun dengan bergotong royong dengan masyarakat," kata dia.

    Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbar, Riau dan Kepulauan Riau, Nurmatias menyebutkan kawasan seribu rumah gadang memiliki rumah adat Minangkabau yang paling variatif dibanding daerah lain. "Ini merupakan aset yang harus jaga kelestariannya dengan cara mengembangkannya menjadi daerah tujuan wisata," lanjutnya.

    Dalam kawasan seribu rumah gadang terdapat terdapat 113 rumah gadang, dua masjid dan satu mushala. Lalu ada juga kuburan Syekh Maulana Ibrahim yang direncanakan masuk dalam cagar budaya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.