Rabu, 26 September 2018

Danau Limboto akan Dijadikan Geopark dan Obyek Riset

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Danau Limboto. wikipedia.org

    Danau Limboto. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Gorontalo - Danau Limboto di Gorontalo akan direvitalisasi dan menjadi kawasan riset. Rencana ini mendapat dukungan sejumlah Perguruan Tinggi setempat.

    "Kami akan membentuk konsorsium reseach yang akan melibatkan seluruh perguruan tinggi di Provinsi Gorontalo dan menjadikan danau Limboto sebagai obyek riset," kata ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo (LPPM UNG)  Fenty Puluhulawa, pada dialog dan pemaparan reseach plan, Selasa, 10/10.

    Mereka nantinya akan bekerjasama dengan Ehime Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengatakan upaya penyelamatan danau Limboto harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. "Proyek revitalisasi danau Limboto yang dilaksanakan Pemprov Gorontalo saat ini dirasa belumlah cukup," kata Idris.

    Ia menjelaskan dalam proyek revitalisasi pemerintah sudah membuat kantung lumpur, tetapi masih sulit untuk mencegah sedimentasi. Sebab, sedimentasi berasal dari 22 sungai yang bermuara ke danau Limboto sangat besar.

    Selain persoalan sedimentasi, perilaku masyarakat juga harus diteliti. Ditengarai, masyarakat kurang peduli pada lingkungan di sekitar danau Limboto. Mereka dinilai enggak terlibat dalam membersihkan eceng gondok dan karamba ikan yang masih banyak di danau Limboto. "Sia-sia pemerintah mengucurkan anggaran miliaran rupiah, jika masyarakat tidak peduli.”

    Ketua kerjasama Asia Afrika dari Ehime University Jepang Masayuki Sakakibara mengatakan mereka mempunyai ide untuk membangun geopark, yakni sebuah kawasan geologi yang akan dikembangkan dengan sektor lainnya seperti pendidikan, pariwisata, dan perlindungan lingkungan, untuk membantu penyelamatan danau Limboto.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.