Rabu, 26 September 2018

Dua Heli Mengevakuasi Pendaki yang Meninggal di Puncak Cartenz

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pendaki gunung tersesat. Antara/Iggoy el Fitra

    Ilustrasi pendaki gunung tersesat. Antara/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Timika - Dua helikopter, yakni Helikopter Asian One Air dan helikopter Airfast dikerahkan untuk mengevakuasi seorang pendaki yang meninggal di Puncak Cartenz Papua ke Timika, Selasa, 10/10.

    Kepala Kantor SAR Timika Monce Brury di Timika, mengatakan kedua armada helikopter terbang menuju Yellow Valey, dekat Puncak Cartenz sejak pukul 07.00 WIT. Kedua angkutan udara itu membawa personel SAR Timika dan personel Emergency Response Grup PT Freeport Indonesia.

    "Ada satu orang personel kami yang ikut untuk mengevakuasi korban ke Timika ditambah personel dari Tim ERG PT Freeport. Kalau tidak ada hambatan pagi ini juga korban langsung dievakuasi ke Timika," kata Monce.

    Ia mengatatakan helikopter Asian One Air akan mengevakuasi korban atas nama Ahmad Hadi.

    Sedangkan helikopter Airfast akan mengevakuasi rekan-rekan korban lainnya bersama barang-barang milik pendaki.

    Sebagian personel SAR lainnya akan bersiaga di Bandara Mozes Kilangin Timika menunggu kedatangan jenazah Ahmad Hadi.

    Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi AM Kamal mengatakan berdasarkan laporan yang diterima Polres Mimika, korban diketahui meninggal karena sakit pada Minggu, 8/10, malam.

    "Informasi yang didapatkan korban meninggal karena sakit. Informasi sementara karena hipoksia/kekurangan oksigen saat perjalanan turun dari Puncak Cartensz Pyramid tanggal 08 Oktober 2017 sekitar pukul 21.00 WIT," jelas Kamal.

    Almarhum Ahmad Hadi diketahui berangkat mendaki Puncak Cartenz bersama seorang WNA asal Norwegia Beathe Johannessen dan seorang pendaki WNI lainnya, Aris pada Kamis, 5/10. Almarhum Ahmad Hadi diketahui bertempat tinggal di Kampung Baru, Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.