Senin, 25 Juni 2018

Penjelajahan-penjelajahan Fenomenal Fridtjof Nansen

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fridtjof Nansen, penjelajah, ilmuwan, diplomat, aktivis kemanusiaan, dan peraih nobel perdamaian. (wikipedia.org)

    Fridtjof Nansen, penjelajah, ilmuwan, diplomat, aktivis kemanusiaan, dan peraih nobel perdamaian. (wikipedia.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Fridtjof Nansen adalah seorang penjelajah dari Norwegia. Ia juga dikenal sebagai diplomat, ilmuwan, aktivis kemanusiaan dan pemenang nobel perdamaian. Karena ketokohannya itu, hari ini, 10 Oktober, sosoknya dijadikan doodle pada laman Google.

    Sepanjang hidupnya, Fridtjof Nansen pernah memimpin sejumlah ekspedisi ke Arktik (1888, 1893, 1895-1896) dan ekspedisi oseanografi di Atlantik Utara (1900, 1910-1914). Tampaknya minat petualangannya muncul saat bergabung dengan kapal Viking yang berlayar ke perairan Greenland pada 1882. Saat itulah untuk pertama klinya dia melihat dari jauh tutup es Greenland yang menakjubkan.

    Baca juga: Kapal Fritdjof Nansen Menjelajahi Samudra Hindia

    Salah satu penjelajahan Fridtjof Nansen yang paling fenomenal adalah saat memimpin sebuah tim menyeberangi Greenland pada 1888 menggunakan alat ski lintas alam. Ini adalah misi yang pertama kalinya dilakukan di dunia.

    Namanya kembali melejit saat berhasil mencapai garis lintang utara 86°14′  dalam ekspedisi ke Kutub Utara pada 1893-1896. Setelah petualangan ini ia pensun dan kembali menetap di Norwegia. Namun teknik yag ia gunakan dan inovasi peralatan yang ia kembangkan dalam perjalanan itu mempengaruhi generasi berikutnya dalam ekspedisi sejenis ke Arktik dan Antartika.

    Nansen belajar zoologi di Royal Frederick University di Christania (sekarang Oslo). Dia lalu bekerja sebagai kurator di Museum Bergen. Di sana dia melakukan penelitian seputar sistem saraf pusat makhluk laut.

    Dia lalu mengalihkan minatnya ke Oseanografi pada 1896, dan itulah yang membuatnya membangun kapal pesiar ilmiah, utamanya yang berlayar ke Atlantik Utara. Ia juga berkontribusi dalam pengembangan peralatan oseanografi modern.

    Setelah Fridtjof Nansen bekerja sebagai diplomat dan banyak melakukan aktifitas kemanusiaan. Kelak atas dedikasinya dia dianugerahi nobel perdamaian pada 1922.  Fridtjof Nansen meninggal mendadak pada 1930.

    Wikipedia.org | Britannica.com


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.