Lomba Lari Ekstrim 5 Gunung di Mesa Stilla Peaks Challenge 2017

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Lari. AP Photo/Matt York

    Ilustrasi Lari. AP Photo/Matt York

    TEMPO.CO, Magelang - Lomba lari lintas alam bertajuk Mesa Stilla Peaks Challenge 2017 digelar untuk mempromosikan pariwisata di Jawa Tengah, Ahad, 8/10.

    Menurut Resort Manager Mesa Stilla Resort and Spa, Sugeng Sugiantoro,  lomba lari lintas alam ini dihelat dengan melewati jalan perdesaan, perkebunan, sawah, dan gunung. Kategori yang dilombakan adalah 11K, 21K, dan kategori ultra (42K, 65K,100K).

    Baca juga: Tren Baru, Lari Lintas Gunung

    “Khusus untuk kategori 100 kilometer, rutenya melalui lima gunung, yaitu Gunung Andong, Telomoyo, Merbabu, Merapi, dan Gunung Gilipetung,” kata Sugeng.

    Ia menuturkan lomba lari tahunan yang telah memasuki tahun ke-7 ini menggabungkan aktivitas fisik, petualangan, dan tradisi lokal.

    Menurut dia Mesa Stilla Peaks Challenge memiliki keunikan tersendiri. Ini merupakan perlombaan lari ekstrem yang bertujuan memicu kekuatan dalam diri.

    "Perlombaan lari tahun ini benar-benar berkualitas, karena semua peserta wajib memiliki sertifikat lari dari kegiatan lomba yang diikuti sebelumnya berikut catatan waktunya," katanya.

    Selain itu, katanya peserta juga harus dapat menunjukkan peralatan wajib yang harus dibawa selama berlari dan harus ditunjukkan pada saat registrasi.

    Baca juga: Ini Kisah Para Pelari Lintas Gunung

    Ia menuturkan tahun ini Mesa Stilla Peaks Challenge menerima penghargaan yang sangat membanggakan dari Run UltraRace Award 2017, website resmi untuk semua lomba lari ultra dari seluruh penjuru dunia, yaitu sebagai Australasia Asia and Pacific Finalist dan Best 100 km race finalist.

    Sugeng menyebutkan peserta Mesa Stilla Peaks Challenge 2017 sebanyak 503 atlet, terdiri atas 102 warga negara asing (WNA) dan 401 WNI. Peserta asing datang dari 25 negara, antara lain, Jepang, Denmark, Malaysia, Filiphina, Australia, Amerika Serikat, Thailand, Brunai, Meksiko, Prancis, dan China.

    Hasil lomba untuk kategori 100K putra juara I David Gianelli dari Italy, juara II Arif Wismoyono, juara III Jason Robinson dari UK, kategori 65K putra juara I Pablo Diego Gonzales dari Spanyol, juara II Muhamad Affindi bin Nudin dari Malaysia, juara III Yurika Chendy dari Indonesia.

    Kategori 21K putra juara I Hendra Wijaya (Indonesia), juara II Juanico Coli Chepeda (Indonesia), juara III Bert Sacre (Belgia). 21K putri juara I Camille Ract (Prancis), juara II Tutik Septiyani (Indonesia), juara III Musriyatun (Indonesia).

    Kategori 11K putra juara I Hakiki Umaryono (Indonesia), juara II Wahyudi (Indonesia), juara III Thierry Dumontil (Prancis). 11K putri juara I Inke Rimadhani (Indonesia), juara II Ni Made Honey (Indonesia), dan juara III Darmawati Indraswari (Indonesia).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.