WNA Bermasalah di Bali: Menko Luhut Bereaksi, Turis Rusia Dideportasi

Reporter

Antara

Jumat, 10 Maret 2023 12:42 WIB

turis asing mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm di Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, Bali, Selasa, 28 Februari 2023. Beberapa waktu terakhir, warganet ramai membahas oknum turis asing yang berulah dan berkelakuan buruk di Bali. ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta - Perilaku turis asing atau WNA di Bali belakang menjadi sorotan. Selain disebut kerap tertangkap karena melanggar lalu lintas, mereka diduga bekerja secara ilegal.

Salah satu yang sudah terbukti dan ditindak adalah SR, seorang WNA pria asal Rusia. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar mendeportasi SR karena telah menyalahgunakan izin tinggalnya di Indonesia dengan bekerja sebagai fotografer di Bali.

“Izin tinggal yang dimiliki SR yaitu visa kunjungan saat kedatangan (VoA) dengan masa berlaku 22 Februari 2023 sampai dengan 27 Maret 2023,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar
Tedy Riyandi, Rabu, 8 Maret 2023.

Visa kunjungan saat kedatangan atau VoA merupakan izin tinggal yang diberikan oleh Indonesia kepada warga negara asing untuk tujuan wisata. Untuk bekerja, WNA diwajibkan mengurus dan memiliki izin tinggal lain yang berbeda dengan visa wisatawan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Tedy Riyandi (tengah) menunjukkan paspor milik warga negara Rusia berinisial SR (kanan) yang akan dideportasi saat konferensi pers di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Bali, Rabu, 8 Maret 2023. Imigrasi Bali mendeportasi SR karena menyalahgunakan izin tinggalnya dengan bekerja sebagai fotografer di Bali. ANTARA/Fikri Yusuf

Advertising
Advertising

“Saudara SR mengaku sebagai fotografer. Dia menjadi fotografer di Bali, padahal SR ini visanya untuk berlibur. SR ini mengunggah hasil fotonya di media sosial tepatnya Instagram,” kata Tedy.

Imigrasi Denpasar menjerat SR dengan Pasal 75 ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Salah satu sanksinya adalah pemulangan paksa atau deportasi. SR pun telah dipulangkan ke negaranya pada Kamis, 9 Maret lalu.

Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Barron Ichsan menyampaikan sepanjang Januari hingga pekan kedua Maret 2023,ada 22 WNA di Bali yang ditindak oleh Imigrasi karena melanggar aturan administrasi keimigrasian. Dari
jumlah itu, Barron menyebut WNA Rusia menjadi pelanggar terbanyak dengan jumlah lima orang.

"Selama awal 2023 ini ada 22 orang WNA yang terkena tindakan administrasi keimigrasian, 5 di antaranya warga negara Rusia, memang (kelompok itu) menjadi yang tertinggi," kata Barron.

Meski begitu, Barron meminta masyarakat tidak berasumsi bahwa WNA Rusa di Bali adalah pelanggar aturan. "Kita tidak boleh men-judge mereka jahat, karena sebetulnya ada warga negara lain yang juga melakukan pelanggaran di Indonesia," kata dia.

Buat heboh di media sosial

Akun Instagram @moscow_cabang_bali adalah salah satu akun media sosial yang mengunggah beragam aktivitas bisnis WNA di Bali. Dalam akun tersebut, banyak unggahan yang berisi kegiatan promosi WNA yang menggeluti sejumlah pekerjaan di Bali, mulai dari menjadi instruktur senam, fotografer, jasa mentato hingga mengajarkan naik kendaraan WNA lainnya.

Akun itu pun menjadi viral dan mendapat respons soal keresahan serupa dari sejumlah warganet lain. Bahkan, warganet sudah bereaksi dengan meminta pemerintah untuk turun tangan.

Sandiaga hingga Luhut bereaksi

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan akan memberikan tindakan tegas bagi WNA yang melakukan pelanggaran. "Kemarin saya rapat dengan Pak Kapolda, Kemenkumham dan semua jajaran terkait untuk mengidentifikasi berbagai jenis pelanggaran yang dilakukan oleh
warga negara asing di Provinsi Bali," kata dia.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan Indonesia menyambut terbuka kedatangan turis asing, namun tetap akan bertindak tegas jika ada yang melanggar hukum. “Kita sangat terbuka untuk wisatawan mancanegara, kita gelar karpet merah. Tapi mereka harus mematuhi segala peraturan perundang-undangan, segala norma yang ada," kata dia.

Menurut Sandiaga, pihaknya bersama Pemprov Bali akan melakukan sosialisasi kepada wisatawan perihal aturan ataupun norma yang berlaku di Indonesia. “Kami akan meningkatkan sosialisasi agar para wisatawan mengerti secara detail apa yang kita harapkan dari perilaku mereka selama berwisata di Indonesia,” kata dia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Bali tidak membutuhkan wisatawan asing yang nakal dan melanggar aturan karena akan mengganggu
ketertiban di Pulau Dewata. “Kalau Bali ini dikotori turis-turis yang nakal dan banyak sampah, itu akan merusak Bali,” kata dia.

Luhut pun mendukung langkah dari Pemerintah Provinsi Bali untuk menertibkan wisatawan asing yang melanggar aturan hukum serta norma yang berlaku di Pulau Dewata. “Pak Gubernur sudah tahu apa yang akan dia buat,” kata dia.

Pilihan Editor: Ramai WNA Diduga Bekerja Ilegal di Bali, Begini Respons Pemerintah

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu

Berita terkait

PNM Serahkan Bantuan untuk Rumah Ibadah di Bali

39 menit lalu

PNM Serahkan Bantuan untuk Rumah Ibadah di Bali

Rumah ibadah yang mendapat bantuan adalah Pura Paibon Bendesa Manik Mas di Banjar Tegal Gede, Denpasar.

Baca Selengkapnya

Polda Bali Jelaskan Kronologi Helikopter Jatuh Diduga karena Lilitan Benang Layangan

14 jam lalu

Polda Bali Jelaskan Kronologi Helikopter Jatuh Diduga karena Lilitan Benang Layangan

Polda Bali jelaskan awal mula helikopter jatuh hanya beberapa menit usai take off untuk tur.

Baca Selengkapnya

Kemenhub: 2 WNA Australia Korban Kecelakaan Helikopter di Pecatu Bali Selamat

16 jam lalu

Kemenhub: 2 WNA Australia Korban Kecelakaan Helikopter di Pecatu Bali Selamat

Kemenhub menyatakan dua dari korban kecelakaan helikopter adalah warga negara asing atau WNA asal Australia.

Baca Selengkapnya

The Nusa Dua Bali jadi Tuan Rumah Kompetisi Street Dance Internasional, Terbesar di Indonesia

16 jam lalu

The Nusa Dua Bali jadi Tuan Rumah Kompetisi Street Dance Internasional, Terbesar di Indonesia

Kompetisi street dance ini diharapkan mampu menjadi magnet bagi para dancer dan wisatawan pecinta dance dari seluruh dunia untuk datang ke Bali.

Baca Selengkapnya

Alasan KPU Bali Ingin Pengurangan Baliho Pilkada Dimulai dari Denpasar dan Badung

18 jam lalu

Alasan KPU Bali Ingin Pengurangan Baliho Pilkada Dimulai dari Denpasar dan Badung

KPU Bali meyakini tingkat pendidikan pemilih di Denpasar dan Badung sudah cukup bagus.

Baca Selengkapnya

Imigrasi Tangkap WNA Asal Rohingya Pelaku Pencabulan Anak di Makassar, Sempat Buron Setahun

18 jam lalu

Imigrasi Tangkap WNA Asal Rohingya Pelaku Pencabulan Anak di Makassar, Sempat Buron Setahun

Imigrasi memastikan WNA Rohingya yang berstatus pengungsi dari luar negeri di Indonesia tidak kebal hukum.

Baca Selengkapnya

Helikopter Jatuh di Bali Gara-gara Layang-Layang? Basarnas Minta Masyarakat Tak Berspekulasi

18 jam lalu

Helikopter Jatuh di Bali Gara-gara Layang-Layang? Basarnas Minta Masyarakat Tak Berspekulasi

Sebuah helikopter tipe Bell 505 milik PT. Whitesky Aviation jatuh di Suluban, Desa Pecatu, Badung, Bali. Lima penumpang selamat.

Baca Selengkapnya

Basarnas Bali Evakuasi Korban Helikopter Jatuh di Desa Pecatu Badung, Bali

19 jam lalu

Basarnas Bali Evakuasi Korban Helikopter Jatuh di Desa Pecatu Badung, Bali

Basarnas Bali mengevakuasi lima orang korban dari helikopter yang jatuh di Suluban, Desa Pecatu, Badung, Bali.

Baca Selengkapnya

Helikopter Jatuh di Bali Diduga Akibat Terlilit Tali Layangan

20 jam lalu

Helikopter Jatuh di Bali Diduga Akibat Terlilit Tali Layangan

Satu unit helikopter milik PT Whitesky Aviation di Suluban Pecatu, Kuta Selatan, Bali, dengan nomor PK-WSP type Bell 505 mengalami kecelakaan.

Baca Selengkapnya

KPU Bali Sebut Rencana Pilkada 2024 Tanpa Baliho Tak Bisa Masuk PKPU, Apa Alasannya?

1 hari lalu

KPU Bali Sebut Rencana Pilkada 2024 Tanpa Baliho Tak Bisa Masuk PKPU, Apa Alasannya?

KPU Bali akan membuat kesepakatan bersama peserta Pilkada 2024 di Pulau Dewata agar tidak ada penggunaan baliho.

Baca Selengkapnya