Mengintip Restoran Bilik Kayu Heritage Yogyakarta yang Turut Disorot Akibat Kasus Mario Dandy

Minggu, 26 Februari 2023 07:07 WIB

Restoran Bilik Kayu di Yogyakarta yang trending karena diduga milik keluarga Mario Dandy Satriyo, anak pegawai Direktorat Jenderal Pajak, pelaku penganiayaan di Jakarta. Dok. Istimewa

TEMPO.CO, Yogyakarta - Restoran Bilik Kayu di Kota Yogyakarta belakangan turut disorot pengguna media sosial setelah mencuatnya kasus penganiayaan yang dilakukan anak pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Rafael Alun Trisambodo, yaitu Mario Dandy Satriyo. Restoran yang berdiri di kawasan premium Jalan Ipda Tut Harsono, Timoho dengan nuansa Jawa kental itu disebut-sebut milik ibu Mario Dandy Satriyo, Ernie Meike Torondek.

Di media sosial juga ramai unggahan foto potongan artikel koran lokal terbitan 2016, saat restoran yang berjarak cukup dekat dengan Balai Kota dan DPRD Kota Yogyakarta itu diresmikan Ernie yang disebut sebagai owner dalam caption-nya. Beredarnya foto artikel itu tak urang membuat resto itu menjadi viral, sekaligus banjir hujatan pengguna media sosial.

Terlebih, sebuah utas di Twitter disertai narasi yang menyebut bahwa tanah restoran itu sertifikatnya diatasnamakan kawan lama Rafael semasa bersekolah di sebuah SMA swasta di Yogya yang bernama Mr. Among S.L. "Siapa Among S.L?" ujar seorang sumber Tempo, salah satu alumni dari sekolah swasta di Yogya yang juga menjadi tempat Rafael sempat bersekolah, namun berbeda angkatan.

Rafael diketahui sempat belajar di sebuah sekolah swasta dan masuk angkatan 1986, namun kemudian drop out dan melanjutkan ke SMA lain. "Tidak juga (lulusan di sini), karena DO (drop out) dari sini," ujar sumber di sekolah itu.

Jadi hingga saat ini, masih belum diketahui persis, apakah restoran Bilik Kayu itu masih dikelola Ernie yang disebut sebagai ibu Mario Dandy atau sudah berpindah tangan. Terlebih sejumlah akun media sosial Bilik Kayu pun ikut raib setelah sorotan negatif para pengguna media sosial dan hanya menyisakan satu teaser video profil restoran yang menyajikan aneka menu nusantara dan Asia itu.

Advertising
Advertising

Sementara Direktur Bilik Kayu Heritage Among Darsono ketika dihubungi lewat saluran telepon tidak merespon. Sejumlah karyawan mengatakan jika Among sudah pulang dari restoran tersebut.

Di tengah sorotan dan hujatan di media sosial, restoran itu tetap beroperasi biasa dan melayani pelanggan hingga Sabtu, 25 Februari 2023. Restoran ini seperti restoran besar umumnya di Yogyakarta. Tak hanya menjadi tempat bersantap, tapi menyediakan layanan untuk wedding, meeting dan penyelenggaraan berbagai event dengan tempatnya yang cukup luas dan berada di tengah kota.

Bilik Kayu memiliki beberapa bagian bangunan tampak terpisah-pisah berbentuk joglo dalam satu komplek. Ada Bilik Bambu, Bilik Jati, Bilik Akasia dan sebagainya.

Bagi pengunjung tak perlu repot mencari apa menu terlaris di restoran yang beroperasi dari pukul 10.30- 23.00 sepekan penuh itu. Sebab, di atas meja meja restoran itu akan terdapat tanda lima menu paling laris yang dipesan pengunjung dalam kurun beberapa waktu terakhir, seperti Gurami Garang Asam, Sop Buntut, Nasi Goreng Spesial, Bakmi Jawa Kuah dan Tom Yam Soup.

Ada juga menu populer seperti Ayam Lodho, Nasi Goreng Spesial Bilik Kayu, Iga Bakar dan minuman seperti Vietnam Drip Robusta dan Hazelnut Ice Coffee.

Dari segi harga, makanan di restoran ini bervariasi. Misalnya Gurami Garang Asam dibanderol Rp 126 ribu, Sop Buntut Rp 89 ribu dan Tom Yam Soup Rp 57 ribu per porsi. Sedangkan untuk minuman berkisar antara Rp 15 ribu sampai Rp 38 ribu.

Pilihan Editor: Ibu Mario Dandy Mulai Jadi Sasaran Warganet

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Berita terkait

Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

1 jam lalu

Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

Hotel yang menjamur di Yogyakarta dinilai masih perlu dikuatkan agar memiliki unsur ramah anak seperti yang telah diterapkan di mancanegara.

Baca Selengkapnya

Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

1 hari lalu

Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belakangan gencar melakukan penindakan aktivitas penambangan di berbagai kabupaten/kota provinsi itu pasca munculnya aduan masyarakat dan beredar di media sosial.

Baca Selengkapnya

Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

1 hari lalu

Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

Selain menciptakan wayang uwuh dari limbah, Iskandar Harjodimulyo aktif dalam berbagai kegiatan edukasi lingkungan pengelolaan sampah.

Baca Selengkapnya

Jogja International Kite Festival 2024 Segera Digelar, Catat Lokasi dan Tanggalnya

2 hari lalu

Jogja International Kite Festival 2024 Segera Digelar, Catat Lokasi dan Tanggalnya

Jogja International Kite Festival akan diikuti lebih dari 50 klub nasional dan 22 klub dari luar negeri, usung tema Persatuan dan Perdamaian Dunia.

Baca Selengkapnya

BMKG: Bediding di Yogyakarta Terpengaruh Monsoon Australia dan Akan Berlangsung Hingga Agustus

2 hari lalu

BMKG: Bediding di Yogyakarta Terpengaruh Monsoon Australia dan Akan Berlangsung Hingga Agustus

Menurut BMKG, suhu dingin atau bediding di Yogyakarta dipengaruhi oleh pergerakan angin Monsoon dingin Australia.

Baca Selengkapnya

Berburu Bawang Merah Glowing sambil Menunggu Sunset di Perbukitan Bantul

2 hari lalu

Berburu Bawang Merah Glowing sambil Menunggu Sunset di Perbukitan Bantul

Sebelum menikmati sunset di bukit Nawungan Bantul, wisatawan bisa menjajal keseruan agrowisata di kawasan ini.

Baca Selengkapnya

Revitalisasi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Rampung, Ini Tarifnya Sekarang

2 hari lalu

Revitalisasi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Rampung, Ini Tarifnya Sekarang

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta telah selesai direvitalisasi selama tiga bulan terakhir, dari April hingga Juni 2024 lalu.

Baca Selengkapnya

Demo PKL Malioboro Berakhir Ricuh, Begini Aturan Relokasi PKL di Sekitar Kawasan Malioboro

2 hari lalu

Demo PKL Malioboro Berakhir Ricuh, Begini Aturan Relokasi PKL di Sekitar Kawasan Malioboro

Relokasi PKL di sekitar kawasan Malioboro telah ditetapkan. PKL Malioboro melakukan aksi demo yang berakhir ricuh.

Baca Selengkapnya

Bentrok PKL Malioboro dan Satpol PP Buntut Relokasi, Berikut Kilas Balik Relokasi PKL Malioboro dan Kata Sultan HB X

2 hari lalu

Bentrok PKL Malioboro dan Satpol PP Buntut Relokasi, Berikut Kilas Balik Relokasi PKL Malioboro dan Kata Sultan HB X

Demo PKL Malioboro akhir pekan lalu berakhir ricuh, apa tuntutannya? Berikut kilas balik relokasi PKL Malioboro.

Baca Selengkapnya

Sultan HB X Menanggapi Aksi Protes Pedagang Teras Malioboro atas Rencana Relokasi 2025

3 hari lalu

Sultan HB X Menanggapi Aksi Protes Pedagang Teras Malioboro atas Rencana Relokasi 2025

Teras Malioboro 2 akan digunakan untuk membangun museum modern Jogja Planning Gallery. Pedagang kaki lima dipindahkan.

Baca Selengkapnya