Selasa, 31 Maret 2020

Kiat Saling Mengenal Saat Open Trip

Reporter:

Bram Setiawan (Kontributor)

Editor:

Ludhy Cahyana

Kamis, 12 September 2019 22:11 WIB

Pangeran Fahd Bin Faisal Al Saud saat berwisata ke Pulau Bali ketika merayakan Tahun Baru 2017. Instagram.com

TEMPO.CO, Jakarta - Saat ingin pergi liburan, tapi tidak ada yang bisa diajak, maka open trip bisa menjadi pilihan. Open trip adalah paket wisata bersama, namun titik-titik kunjungan telah ditentukan oleh operator tur.

Mengutip Pegipegi, paket wisata open trip kian diminati dan menjadi tren perjalanan. Dalam open trip, biaya perjalanan sudah ditentukan di awal, sehingga tak perlu lagi memikirkan transportasi hingga akomodasi selama liburan. Karena open trip adalah paket wisata terbuka dengan pelancong lain, maka memungkinkan kesempatan memiliki teman baru. Berikut beberapa kiat saling mengenal saat bepergian open trip:

Bantu memfoto
Kebiasaan berfoto menjadi aktivitas yang sering dilakukan saat berlibur. Selain untuk dokumentasi pribadi, juga untuk dibagikan melalui media sosial. Aktivitas berfoto ini bisa menjadi permulaan untuk memulai obrolan. Saat mereka kesulitan mengambil gambar, maka membantu memotret akan membuka obrolan untuk kemudian saling berkomunikasi.

Berbagi Wi-Fi
Koneksi internet ketika bepergian menjadi penting. Saat pelesiran jaringan internet dibutuhkan juga, untuk mengunggah foto ke media sosial. Bila kuota internet banyak, tak ada salahnya berbagi. Terutama bila salah satu peserta open trip, ada yang memerlukan koneksi internet. Dengan begitu, perkenalan bisa dimulai. Selain itu juga bila jaraknya tak jauh dari tempat duduk selama perjalanan.

Membagi camilan
Berbagi makanan, misalnya kue atau permen bisa menjadi hal awal untuk memulai percakapan ringan. Saat menawarkan, setidaknya dapat membuka kesempatan untuk mengobrol sejenak. Bila di antara mereka ada yang menyukai makanan yang dibagikan, tentu menambah keakraban untuk saling bertanya jawab.

Bertukar akun media sosial
Saat suasana mengobrol sudah semakin akrab, hanya tinggal keputusan pribadi untuk mempertahankan perkenalan tersebut. Bila merasa kurang nyaman untuk berbagi nomor telepon, bisa juga saling bertukar akun media sosial dengan mereka. Namun hal yang ini adalah pilihan yang benar-benar menyesuaikan kenyamanan diri pribadi.