5 Tips Traveling Aman di Daerah Rawan Bencana

Jumat, 18 Januari 2019 18:35 WIB
Wisatawan menikmati suasana pantai dengan latar belakang Pulau Merah di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat, 7 Desember 2018. Pulau Merah yang tercipta dari magma gunung api purba itu, telah ditetapkan sebagai situs Geopark Nasional. ANTARA/Budi Candra Setya

TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia merupakan daerah rawan bencana, rasanya tidak ada wilayah di negeri ini yang betul-betul bersih dari risiko bencana. Namun, fakta ini bukan sebuah penghalang untuk traveling menjelajahi keindahan Indonesia.

Baca: 5 Dampak Bencana pada Pariwisata Indonesia, Simak Solusinya

Menurut BNPB, daerah rawan bencana bukan berarti tidak dapat menjadi destinasi wisata. " Asal ada langkah mitigasi bencana yang baik,” ucap Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Berikut tips traveling aman ketika berlibur di daerah rawan bencana

1. Kenali potensi bencana yang ada di wilayah tujuan wisata
Cari tahu apa potensi bencana yang tersimpan di daerah tersebut dengan melihat jejak bencana di masa lalu. Lalu susun daftar potensi apa saja yang ada dan kapan periode tersebut berlangsung. Selama melakukan riset kecil-kecilan tersebut, kita juga dapat menelusuri apakah ada wabah penyakit tertentu atau hewan berbahaya tertentu yang harus dihindari.

2. Bekali diri dengan informasi tentang mitigasi bencana
Setiap bencana memiliki model mitigasinya sendiri-sendiri, karena tipe bahaya yang dihadapi berbeda-beda. BNPB telah merangkum mitigasi bencana ke dalam sebuah buku saku yang dapat diunduh di situs resminya.

Baca juga: Komunitas Pahlawan Bencana, Siapkan Mitigasi Lewat Dongeng

3. Pelajari rute-rute evakuasi di seluruh tempat yang disinggahi
Pelajari rute evakuasi termasuk cara paling aman untuk mengaksesnya. Jika pengelola wisata tidak menyertakan informasi tersebut, cari tahu secara mandiri dengan melakukan pemetaan sederhana untuk mencari tempat-tempat aman sementara ketika bencana terjadi.

4. Catat nomor-nomor darurat
Catat nomor-nomor seperti: 129 untuk posko bencana alam; 118 dan 119 untuk ambulans; 115 untuk SAR; 110 untuk polisi. Selain itu, catat nomor penting seperti agen perjalanan yang mengantarkan ke tempat tujuan, dan satu atau dua orang penduduk setempat yang dianggap bisa diandalkan ketika bencana datang.

Artikel terkait lainnya: BPS: Banyak Bencana Bikin Jumlah Kunjungan Wisman Turun

5. Selalu bawa obat-obatan dan perkakas darurat
Selalu siagakan obat-obatan dan P3K sederhana, dompet, ponsel yang sepaket dengan pengisi daya dan baterai cadangan, senter, tali, dan peluit, sarung atau kain, dalam satu tas yang sama.

Baca Juga