Selasa, 13 November 2018

Situbondo Kembangkan Kampung Blekok sebagai Tujuan Wisata  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi wisata Kampung Blekok, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo. (Istimewa)

    Lokasi wisata Kampung Blekok, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo. (Istimewa)

    TEMPO.COSitubondo - Kepala Desa Klatakan, Kecamatan Kandit, Situbondo, Yoyok Hermanto tengah mempertimbangkan menjadikan salah watu wilayahnya tujuan wisata, Kampung Blekok. Pengembangan itu harus dilakukan hati-hati agar tidak mengganggu habitat burung blekok di sana.

    Baca: Menjelajah Keindahan Pasir Putih Situbondo

    "Wisata Kampung Blekok ini berada di pinggir Pantai Dusun Blekok, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, dan ini bisa menjadi tujuan wisata baru,” kata Yoyok, Sabtu, 1 April 2017.

    Dia mengatakan nantinya pengunjung dapat menikmati pemandangan pantai dan melihat ribuan burung blekok di areal hitan bakau (mangrove).

    Yoyok berujar, untuk mewujudkan hal itu, diperlukan kajian khusus. Terutama menentukan jalur masuk ke lokasi serta konsep bagaimana membangun tempat wisata agar pengunjung bisa menikmati pemandangan alam tanpa mengganggu habitat burung blekok.

    Baca: Waduk Bajulmati Destinasi Andalan Libur Tahun Baru

    Menurut Yoyok, ribuan burung yang mirip bangau itu sudah menempati hutan cukup lama. "Kami benar-benar berhati-hati untuk pembangunan Kampung Blekok. Dikhawatirkan mereka akan berpindah tempat karena merasa terusik. Kami juga tidak hanya bisa membangun, tapi membutuhkan kajian khusus," katanya.

    Pada tahun ini, pemerintah desa sudah menganggarkan dan menggunakan alokasi dana desa, juga dana desa (ADD/DD), untuk pembangunan prasarana kampung wisata tersebut. Untuk sementara, anggaran digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan masuk ke arah utara dari jalur pantai utara.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?