Selasa, 13 November 2018

Rute Baru Menuju Geopark Ciletuh Lebih Pendek dan Indah

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan taman bumi Ciletuh, di Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, 5 September 2015. Memiliki ke aneka ragaman geologi, taman Ciletuh akan diusulkan menjadi geopark atau taman bumi nasional. TEMPO/Frannoto

    Pemandangan taman bumi Ciletuh, di Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, 5 September 2015. Memiliki ke aneka ragaman geologi, taman Ciletuh akan diusulkan menjadi geopark atau taman bumi nasional. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi yang ingin berwisata ke Geopark Ciletuh, Sukabumi, ini saatnya menjajal jalur baru. “Jalur yang baru lebih cepat dan keren view-nya,” ujar Hendrayadi, seorang pengunjung Ciletuh yang melewati jalur baru, Selasa, 16 Januari 2018. “Saya bisa menikmati pemandangan pantai dari atas bukit.”

    Baca juga: Geopark Ciletuh Primadona Baru Tempat Liburan di Jawa Barat

    Warga Bogor ini mengatakan hanya butuh waktu sekitar 2 jam 30 menit untuk sampai di Ciletuh. “Kalau lewat jalur lama, bisa sampai 4 jam,” kata Hendrayadi.

    Sebelumnya, beredar video yang menunjukkan rute baru menuju Geopark Ciletuh. Video pendek itu diunggah akun Instagram @pemprovjabargoid awal Januari lalu. Video ini sempat menjadi trending topic.

    Dalam video itu disebutkan jalur baru sepanjang 33 kilometer terbentang mulai Simpang Loji di Jalan Pelabuhan Ratu hingga melewati Muara Cisaar di Kecamatan Ciemas. Ketika sampai di Puncak Darma, selanjutnya menuju Palangpang, yang merupakan pusat Geopark Ciletuh. Rute baru ini mengambil jalur tepi pantai.

    Sedangkan jalur lama berjarak 71 kilometer, bermula di Simpang Loji, berlanjut ke Kiara Dua, Simpang Waluran, Malereng, Taman Jaya, hingga Palangpang. Jadi rute baru ini memangkas jarak hingga lebih dari separuhnya.

    Pembangunan akses baru menuju Geopark Ciletuh dimulai pada awal 2017 dan menelan biaya Rp 200 miliar. Di sepanjang jalur baru ini, wisatawan akan menikmati keindahan taman bumi berusia jutaan tahun.

    Geopark Ciletuh merupakan pengembangan kawasan dengan memasukkan keragaman geologi, hayati, dan budaya melalui konservasi dan rencana tata ruang wilayah. Di Ciletuh, pengunjung bisa menikmati berbagai sajian alam, mulai air terjun, bentang alam, batuan unik, gua laut, pantai, serta geyser. Di sini juga terdapat cagar alam dan konservasi penyu hijau.

    Berita Lain: 34 Artefak dari Belanda Akan Melengkapi Museum Multatuli di Lebak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?